6 Uang Logam Lama Tak Berlaku Lagi per juni 2012

0 komentar
Bank Indonesia memberikan tenggat waktu hingga 24 Juni 2012 bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang logam pecahan tahun 1970 hingga 1978. Lewat tenggat waktu itu, masyarakat tak bisa lagi mengklaim penukaran uang tersebut.

Ketentuan tersebut disampaikan BI dalam keterangan tertulis yang diperoleh VIVAnews.com, Jumat, 13 April 2012.

"Kepada masyarakat yang masih memiliki uang logam dimaksud dan berniat untuk menukarkannya, dapat dilakukan sebelum batas waktu yang telah ditentukan," kata Kepala Grup Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Benny Siswanto.

BI memang telah mencabut dan menarik dari peredaran uang logam seperti diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.4/3/PBI/2002 tanggal 6 Juni 2002 tentang Pencabutan dan Penarikan dari Peredaran Uang Logam Pecahan.

Uang logam yang dicabut dan ditarik peredarannya adalah Rp5 tahun emisi 1970 dan 1974, Rp25 tahun emisi 1971, Rp50 tahun emisi 1971, serta Rp100 tahun emisi 1973 dan 1978.


Benny menegaskan, penukaran uang logam itu dapat dilayani di kantor pusat dan kantor perwakilan Bank Indonesia pada jam operasional. "Selanjutnya, hak untuk menuntut penukaran uang logam sebagaimana dimaksud tidak berlaku lagi setelah 24 Juni 2012," tegas dia.
sumber : www.indeks-data.blogspot.com

Demi Tuhan Saya Atheis !

0 komentar

Judul di atas adalah kutipan dari kaus yang sering dipakai Dadang. Seorang pria yang mengenalkan dirinya sebagai pelukis dan mendirikan sebuah organisasi bernama Jaringan Kafir Liberal—disingkat JAKAR. Akronim yang ingin dinisbatkan pada kelamin laki-laki, namun karena Dadang memiliki lidah Sunda maka pengucapan ”z” terpeleset menjadi ”j”.

Kaus ”Demi Tuhan Saya Atheis” dipakai ke mana-mana oleh Dadang, baik pada acara-acara diskusi, pertemuan di hotel-hotel mewah, hingga lesehan-lesehan santai atau seperti pengakuan Dadang sendiri pengajian-pengajian yang dihadiri orang berjubah dan berjenggot.

Tidak hanya memaklumkan bahwa dirinya ”atheis” dan ”kafir liberal” Dadang juga memberikan kritik yang tajam -- yang disertai gurauan dan cengengesan -- terhadap agama-agama yang disebutnya ”impor”.

Agama-agama yang diklaim resmi di negeri ini dalam kategori Dadang -- dan saya pun bersetuju -- semua adalah ”agama-agama impor”. Dadang pun menyatakan, pengikut-pengikut dari ”agama-agama impor” inilah yang tak sedikit membuat keributan, dan menyingkirkan agama dan kepercayaan ”asli” di negeri ini.

Setelah menarik perhatian dengan diktum dan organisasi yang dibentuknya, Dadang pun menawarkan kaus hasil sablonannya itu. Dadang juga aktif di media sosial: facebook dan twitter.

Kemunculan Dadang bersama penyataan, kaus, komentar dan ”jaringan”nya di acara-acara umum ditanggapi santai, penuh gurau dan geli. Tak ada yang menganggap Dadang melakukan penodaan agama. Tak ada yang menganggap serius atau diambil hati.

Meskipun tak jarang kemunculan Dadang seperti sabotase terhadap acara diskusi yang serius. Yang sebelumnya kening sampai berkerut, dan para narasumber berdebat sampai urat leher benjol-benjol, ketika Dadang muncul tertawa terbahak-bahak mendengar komentar Dadang itu.

Meskipun aktif ”berkampanye” via kaus, facebook, twitter, dan ”berkhotbah” di diskusi-diskusi, adakah yang terpengaruh menjadi atheis atau tertarik masuk JAKAR versi Dadang? Setahu saya belum ada.

Namun nasib Alexander Aan seorang pegawai negeri di Dharmasraya, Sumatra Barat tak semujur nasib Dadang di Jakarta. Kini ia diadili dengan dakwaan menistakan agama hanya karena pengakuannya sebagai atheis melalui akun di facebook.

Proses Aan menjadi atheis terlihat alamiah, ia mempertanyakan kuasa Tuhan di tengah kezaliman-kezaliman yang ditemui di sekelilingnya. Kalau manusia bisa berbuat apa saja, jahat, buruk, kejam, brutal, dan seperti dibiarkan, di mana Tuhan yang Mahapengasih dan Mahapenyayang?

Pertanyaan yang klasik dan tua, setua gugatan manusia terhadap konsep agama, keadilan, dan kuasa Tuhan. Namun ternyata bagi masyarakat sekitarnya ditimpali dengan kehebohan dan ancaman fisik.

Polisi yang awalnya dengan dalih mengamankannya dari amuk massa, ternyata menetapkannya sebagai tersangka, proses pun bergulir hingga kini ia duduk di kursi pesakitan, hanya gara-gara ia mempertanyakan lagi kuasa Tuhan dan agama dalam merespon kezaliman dan kejahatan yang terjadi dalam kehidupan dunia ini.

Karakter dan tulisan Aan mungkin tidak seperti Dadang yang penuh gurau dan galau, ia dianggap serius dengan pernyataan-pernyataannya, kalau serius mengapa tidak ditanggapi dengan serius juga dengan bantahan balik dan argumentasi yang bisa mematahkan klaim-klaimnya?

Kalau Aan dianggap ”tersesat” karena mengaku dirinya sebagai atheis, mengapa pihak yang superior yang menganggap dirinya paling benar dan beriman tidak menunjukkan jalan yang lurus dan benar? Dengan cepat-cepat ingin membungkam dan memasukkan Aan ke dalam penjara secara tidak langsung mereka menganggap bahwa pendapat dan komentar Aan bisa menaklukkan dan mematahkan keyakinan mereka terhadap Tuhan dan agama.

Saya teringat ucapan Gus Mus (KH Mustofa Bisri), hal yang ironis ada pihak yang dianggap tersesat, tapi bukan ditunjukkan jalan yang benar justru dikamplengi (ditempeng, dipukul).

Apakah dengan intimidasi melalui massa, jeratan pasal-pasal karet, ancaman mendekam dalam jeruji lima tahun bisa mengubah keyakinan Aan? Saya yakin tidak. Kekerasan terhadapnya hanya akan mempertebal apa yang sudah ia yakini sebelum ini.

Justru saya merasa dengan melakukan kekerasan, intimidasi, dan penghakiman terhadap Aan secara tidak langsung kita sudah membenarkan sangkaan atheisme, bahwa kekerasan dan kezaliman sering diatasnamakan oleh pengikut yang mengaku bertuhan dan beragama.

Tiba-tiba saya mendengar Dadang berkata sambil terkekeh-kekeh, ”karena itu, demi Tuhan, Saya Atheis”
sumber : www.indeks-data.blogspot.com

Harga minyak dunia jatuh

0 komentar
LONDON--MICOM: Harga minyak dunia jatuh pada Rabu (4/4), karena stok Amerika melonjak, mengindikasikan melemahnya permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia tersebut, kata para dealer. 

Pasar juga diguncang oleh jatuhnya pasar-pasar saham global, masih banyaknya tanda-tanda resesi di Eropa dan setelah Federal Reserve AS menuangkan air dingin pada prospek langkah-langkah stimulus ekonomi lebih lanjut. 

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, merosot menjadi 101,08 dolar AS - tingkat terendah sejak 16 Februari. Kemudian berdiri di US$101,77, turun US$2,24 dari tingkat penutupan Selasa. 

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Mei jatuh US$1,68 menjadi US$123,18. 

Departemen Energi AS mengatakan, stok minyak mentah AS meningkat sebesar sembilan juta barel dalam pekan yang berakhir 30 Maret, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan sebesar 1,9 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires. 

"Data hari ini menunjukkan peningkatan lebih besar lagi dari yang diperkirakan dalam persediaan minyak mentah AS yang menekan harga lebih lanjut, meskipun minyak terperangkap dalam perdagangan risk off umum," kata analis GFT Fawad Razaqzada. 

Analis CMC Markets, Michael Hewson mengatakan harga minyak sudah pada kemerosotan karena kelemahan yang ditunjukkan di pasar modal karena kekhawatiran tentang resesi berkepanjangan di Eropa menekan harga. 

"Kemerosotan ini dibantu oleh kenaikan persediaan mingguan untuk menjadi lebih sembilan juta barel."



sumber : www.indeks-data.blogspot.com