Seandainya JK menjadi presiden

SEANDAINYA pada pilpres kemarin (2009) Jusuf Kalla (JK) terpilih jadi presiden, nasib Indonesia tidak bakalan seperti ini.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung dalam Dialog Kebangsaan 'Revitalisasi Negara Terhadap Pancasila: Masihkah Indonesia Bangsa Yang Pancasilais?' di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/6).

Menurut Pram, sapaanya, jika JK terpilih jadi presiden maka pertumbuhan ekonomi secara makro tidak berdampak pada ekonomi pada level bawah.

"Dalam konteks Pancasila ke depan harus diisi sesuatu yang bisa mensejahterakan rakyatnya. Saya yakin kalau pak JK terpilih (jadi Presiden) pasti persoalaan tidak begini," ujar Pram.

Pram tidak mempermasalahkan siapa yang bakal memimpin Indonesia. Hanya saja, ada kalanya setiap pemimpin harus memperhatikan nasib rakyatnya. Dan itu menjadi faktor dalam mengubah bangsa menjadi lebih baik.

"Terus terang saya memberikan apresiasi kepada pemimpin yang ada. Namun dalam konteks ini, ketika kesempatan pertumbuhan ekonomi ini luar biasa, harusnya ada banyak hal pertumbuhan yang lebih baiklah," tandasnya.

Pram menambahkan, saat ini banyak dari nilai-nilai kegotongroyongan telah hilang di Indonesia. Negara ini sudah lepas sebagai bangsa yang besar. Padahal Pancasila merupakan sebuah ideologi negara terlengkap yang diakui dunia.

Menurutnya, faktor yang menyebabkan hal itu, tak lain karena kurangnya kepedulian pemimpin-pemimpi bangsa terhadap rakyat. "Kita tak punya pemimpin tangguh. Seorang pemimpin tidak perlu memperbanyak citranya karena ujungnya adalah keadilan dan kesejahteraan rakyat," sindirnya.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!