Suhu Bingo Bahas Tahun Kerbau



Menjelang tahun baru Imlek, SUHU BINGO merilis buku berjudul Tahun Kerbau, Tahun Kerja Keras. Buku yang diterbitkan oleh Bingo Publisher ini mulai menarik perhatian masyarakat, khususnya warga Tionghoa di Surabaya.

Suhu Bingo menjelaskan, tahun baru Tionghoa yang dirayakan pada 26 Januari mendatang, sesuai dengan tradisi, termasuk Tahun Kerbau dengan unsur tanah, negatif. Sang kerbau digambarkan sedang dalam perjalanan.

Menurut dia, Tahun Kerbau menuntut kita bekerja lebih keras untuk mencapai keberhasilan. Kita tidak bisa leha-leha atau diam berpangku tangan. Harus kerja, kerja, kerja... tak kenal lelah seperti kerbau.

"Ini sejalan dengan krisis global yang terjadi menjelang pergantian tahun 2008. Krisis ini seperti setan yang sangat menakutkan. Karena itu, semua pihak harus waspada," papar pria bernama asli YUSUF BINGO TANUWIJAYA saat saya hubungi via telepon.

Dua elemen tanah, sambung dia, kalau disatukan akan membuahkan tetumbuhan yang bermanfaat bagi manusia. Hal ini menggambarkan bahwa meski tahun ini tergolong tahun yang sulit, selalu ada peluang untuk meraih sukses. "Asal Anda tidak melakukan spekulasi. Cermati dengan baik pangsa pasar," katanya.

Bisnis yang diperkirakan akan berjalan lancar berhubungan dengan air, kayu, dan logam. Di antaranya, makanan, minuman, hasil laut, obat-obatan, pertanian, pertambangan, dan berbagai jenis logam. Termasuk berjualan besi tua? Hehehe...

"Sedangkan yang berkaitan dengan api, walaupun bisa bergerak, ada banyak kendala di lapangan," tegas Suhu Bingo.

Mengenai gejolak alam, Suhu Bingo enggan menjelaskan secara blak-blakan. Alasannya, astrolog seperti dirinya hanya bisa menyampaikan secara tersirat. Namun, dia mengisyaratkan bahwa gunung meletus dan gempa bumi masih akan terjadi pada tahun ini. "Sebab, lahar di dalam gunung berapi itu memang sudah saatnya untuk dimuntahkan," katanya.
Walaupun kerbau itu dikenal rendah hati, sabar, cinta damai, Suhu Bingo memperkirakan bakal terjadi gejolak politik di tanah air menjelang pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Para politisi saling curiga, menonjolkan ego, sulit berkompromi.

"Ada beberapa peristiwa yang membuat keadaan tidak kondusif pada pertengahan hingga akhir tahun. Isyaratnya sudah terlihat dari munculnya bintang berasap," bebernya.

Suhu Bingo juga mengingatkan, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang benar-benar memahami situasi dan kondisi bangsanya.

Ingin tahu lebih lengkap? Silakan baca buku bersampul merah itu.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!