Pendidikan dan Kemajuan Bangsa

TAK dapat dielakkan lagi, pendidikan merupakan salah satu aspek yang memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Terlebih, pendidikan merupakan salah satu pilar penting bagi peradaban sebuah bangsa.

Pendidikan dan kemajuan bangsa bagaikan dua sisi mata uang. Keberadaannya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Karena itulah, kemajuan sebuah bangsa, sejatinya, tidak pernah lepas dari peranan pendidikan (yang berkualitas).

Dalam sebuah literatur dijelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu tuntutan fundamental yang diamanatkan oleh konstitusi 1945. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan negara Indonesia, sebagaimana termaktub dalam UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan Indonesia

Namun, bicara masalah pendidikan dalam negeri, kita nampaknya harus mengelus dada. Betapa tidak, pendidikan yang oleh Edgar Fours disebut sebagai tugas negara yang paling penting, agaknya kini kurang terperhatikan dengan baik. Dewasa ini, pendidikan masih menjadi barang mahal, yang tidak semua orang dapat merasakannya.

Cobalah saja lihat di sekeliling kita. Dari sekian juta anak-anak usia wajib belajar, ternyata belum sepenuhnya merasakan bangku sekolah. Kita sering menjumpai anak-anak usia sekolah dasar (SD) berkeliaran di berbagai tempat umum pada jam-jam sekolah.

Nasib anak-anak di pedesaan atau daerah terpencil pun juga tidak jauh berbeda dengan mereka, yakni belum merasakan bangku sekolah selayaknya anak-anak pada umumnya. Bahkan saat ini kita sering menjumpai di berbagi media massa (baik cetak maupun elektronik) bagaimana kehidupan di sejumlah daerah di Tanah Air ini belum terjamah oleh pendidikan.

Kontradiktif

Jelas, pemandangan seperti itu sangatlah kontradiktif dengan konstitusi 1945. Pendidikan yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah, tidak lagi mendapat perhatian serius. Hak warga negara untuk memperolah pendidikan belum sepenuhnya terjamin. Bahkan program wajib belajar (wajar) sembilan tahun yang sempat digulirkan pemerintah beberapa waktu silam, kini berjalan setengah hati.

Karena itulah, dapat dipahami jika dari fenomena seperti itu, pendidikan Indonesia belum menempati peringkat yang menggembirakan dalam percaturan internasional. Padahal, tidak dimungkiri bahwa pendidikan sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu negara.

Lebih dari itu, pendidikan merupakan salah satu indikator yang memengaruhi kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Seperti yang dilansir ESCAP Population Data Sheet tahun 2006, IPM Indonesia berada di urutan ke-7 dari 11 negara Asia Tenggara, atau peringkat 108 dari 177 negara di dunia.

Data lain juga tidak jauh berbeda. Menurut UNESCO, dari posisi 58 pada 2006, kini Indonesia menempati urutan ke-62 dari 130 negara pada 2007.

Untuk itu, mengingat pentingnya pendidikan, diharapkan setidaknya ada kemauan politik yang kuat (political will) dari pemerintah untuk memposisikan sektor pendidikan menjadi prioritas utama sebagai landasan pembangunan sumber daya manusia. Bukankah sumber daya manusia yang kompetitif itu dihasilkan melalui proses pendidikan?

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!