Komponen Dalam Instalasi Listrik

KOMPONEN INSTALASI LISTRIK


4.1 Saklar Tukar Kutub Tiga (Reverse Switch)
Ada berbagai macam jenisnya.
Penggunaan: untuk membolak-balik arah putaran suatu mesin.
Skemanya bermacam-macam. Pada prinsipnya untuk menukar di antara dua fase.

Saklar posisi I: kontaktor menghubungkan fase R-U, S-V, T-W
Posisi II: R-U, S-W, T-V, fase yang ditukar di sini adalah S-T, sehingga putaran motor akan terbalik (reverse).

Saklar tukar untuk 2 motor.
Contoh: Posisi I untuk menghidupkan motor I, dan posisi II untuk menghidupkan motor II.


4.2 Kontaktor Magnet (MC: Magnetic Contactor)
Merupakan saklar kutub tiga dan beberapa kontaktor tambahan. Prinsip kerjanya berdasarkan sistem elektromagnet.

Bagian-bagiannya
a. Inti besi lunak.
b. Kumparan magnet dengan ujung titik A-B.
Kontaktor utama R S T - U V W; 13-14 kontaktor pengganti; 21-22 kontaktor pengunci/pengaman.

Rangkaian Kontaktor Magnet
1. Arus yang mengalir ke motor disebut arus utama.
2. Arus yang melalui kumparan A-B disebut arus kemudi (arus kontrol).

Prinsip Kerja

Saklar S di ON kan, arus kemudi masuk kumparan A-B melalui bimetal relay 95-96, pada kumparan timbul magnet, kontaktor arus R S T / U V W menghubung, motor akan bekerja.

Prinsip Kerja Bimetal Relay

Jika motor kelebihan beban (overload), maka Bimetal panas dan memuai memutuskan arus kemudi 95-96, magnet hilang kontaktor utama R S T / U V W diputuskan, motor mati.

4.3 Tombol Tekan ON-OFF (Push-Button)
Tombol jenis ini lebih aman, karena tombol ON terhindar dari sentuhan yang tidak disengaja. Sedangkan Tombol OFF mudah untuk mematikan.

Posisi Kontaktor ON-OFF
ON = NO (Normally Open)
OFF = NC (Normally Close)
ON ditekan = kontaktor menghubung.
OFF ditekan = hubungan terputus.

Self Holding System
Titik kontaktor 13-14 adalah kontaktor pengganti ON.
ON = untuk menghidupkan motor
OFF = untuk mematikan motor.

Prinsip Kerja
ON ditekan, kontaktor 13-14, dan RST / UVW terhubung, motor bekerja.

ON dilepas kembali, kontaktor 13-14 dan RST / UVW tetap terhubung, motor tetap bekerja. Fungsi ON diganti oleh kontaktor 13-14.

OFF ditekan 1-2 terputus. Kontaktor 13-14 dan RST / UVW terputus, motor mati.


Self Holding Circuit
Ada bermacam-macam rangkaian, tetapi prinsipnya sama.
Dengan menggunakan skema, kita dapat membaca jalannya aliran arus.
Dengan skema yang benar, kita dapat mengetahui bagaimana rangkaian bekerja.
Skema instalasi self-holding circuit dua fase dengan dua bimetal relay. Kekuatan nilai amper bimetal 10% lebih dari arus nominal motor.
Self-holding circuit dengan satu buah bimetal relay.

Skema dasar rangkaian.
Self-holding system sering dipisahkan dari rangkaian arus utama untuk memudahkan penggambaran dan pembacaan.

Keuntungan rangkaian self-holding system
Jika suatu mesin sedang bekerja, kemudian sumber listrik mati, dan kemudian menyala lagi, maka motor tidak dapat hidup sendiri.

Kerugian instalasi tidak dengan sistem self-holding
Jika mesin sedang jalan kemudian listrik mati dan lupa mematikan saklar, maka jika listrik menyala lagi mesin akan langsung berjalan sendiri. Hal ini tentu saja akan membahayakan.



4.4 Instalasi Gabungan Saklar Tukar dan Rangkaian Self-Holding.

Jika arus kemudi diambil dari titik B, cara kerja rangkaian akan berlainan dengan dari titik A. Dianjurkan diambil dari titik A.


4.5 Putaran Bolak-Balik dengan Kontaktor Magnet

Membalik putaran langsung:
OFF = menyetop
For = Forward (arah maju) titik 7-8.
Rev = Reverse (membalik) titik 9-10.
Titik 3-4 / 5-6 titik pemutus/penghalang supaya MC1/MC2 tidak dapat bekerja bersama.
Kontaktor 13-14 sebagai pengganti kontaktor ON.


4.6 Membalik putaran tidak langsung
Dari tombol For kemudian OFF baru kemudian Rev.
Kontaktor 21-22 sebagai penghalang / pemutus.


4.7 Instalasi Putaran Motor Bolak-balik yang dilengkapi dengan kontaktor pembatas otostop (Limit Switch) MS1/MS2 (MS = Micro Switch)

Salah satu contoh aplikasinya adalah pada gerakan kasar meja frais.
Kontaktor 21-22 sebagai penghalang supaya MC1-MC2 tidak bekerja secara bersama-sama, yang akan mengakibatkan arus utama terhubung-singkat.

4.8 Pengasutan (Starting) Langsung
Untuk motor dengan daya 4-6 kW, gerak mula arusnya mengalir 4-7 kali lipat. Sehingga untuk pengamanan terhadap motor perlu dipasang pengaman Over Load Relay (sistem bimetal).

4.9 Pengasutan Gerak Mula dengan Saklar Bolak-Balik
Sekering gerak mulanya 50-60 ampere.
Sekering gerak normalnya 16 ampere.


Saya sarankan untuk download artikel ini yang dalam bentuk ms.word yang lebih lengkap,di sertai dengan gambar-gambar untuk men-download klik di sini

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!