Kenapa wanita gampang nangis?

Liputan6.com, Washington DC: Kita bisa mengubah bentuk tubuh kita, memperlambat tanda-tanda penuaan, dan belajar mengontrol denyut jantung kita. Namun kita sering tidak berdaya ketika menangis. Tapi mengapa wanita mudah menangis dibanding pria?

Beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab di balik menangis dan ada berapa jenis air mata serta perbedaan cara laki-laki dan wanita saat menangis.

Perempuan secara biologis lebih sering meneteskan air mata dibandingkan laki-laki. Di bawah mikroskop, sel-sel kelenjar air mata wanita terlihat berbeda dari laki-laki. Selain itu, saluran air mata laki-laki lebih besar daripada wanita, sehingga jika seorang pria dan seorang wanita menangis, air mata wanita itu lebih cepat membasahi pipinya.

Menurut penulis buku laris, "The Female Brain" Dr Brizendine, kondisi sosial berperan dalam menahan dorongan untuk menangis. Ketika kita mengalami sakit fisik atau kesedihan karena emosional atau frustrasi, amygdala otak, yang merupakan bagian dari sistem limbik atau "otak emosional," meransang sinyal. Jika stimulus cukup besar, energi dapat berpindah dari area emosional ke dalam strip motor frontal. Saat itulah napas bisa berkembang menjadi terisak-isak.

Anak laki-laki sering kali menenangkan diri sebelum mereka menangis. "Anak laki-laki diajarkan terus untuk tidak menangis: untuk mengerut wajah mereka, untuk mengalihkan diri mereka," kata Dr Brizendine,

Penelitian menunjukkan testosteron membantu meningkatkan ambang antara stimulus emosional dan tumpahnya air mata. "Ini membantu mengerem," kata Dr Brizendine.

Mempelajari air mata dan proses menangis adalah kompleks. Ada dua jenis air mata. Air mata iritan membantu mencuci mata dari debu, dan kotoran. Air mata emosional diciptakan dan dirilis dalam menanggapi stimulus emosional dan rasa sakit fisik.

Semua air mata mengandung protein, garam dan hormon, antara zat lain, tapi air mata emosional memiliki tingkat protein yang lebih tinggi, kata William H. Frey II, ahli syaraf dan ahli biokimia di RS di St Paul, Minn, yang melakukan penelitian ke dalam komposisi air mata.

Salah satu hormon dalam air mata adalah prolaktin yang merupakan katalis laktasi. Sama halnya dalam membantu menghasilkan susu. Prolaktin juga membantu dalam produksi air mata. Pada wanita saat mencapai usia 18 tahun, mereka memiliki 50 persen dan menjadi 60 persen prolaktin, lebih tinggi dalam aliran darah mereka daripada pria. "Kami percaya ini adalah salah satu alasan bahwa perempuan lebih mudah menangis," kata Frey.

Meski demikian, masih banyak yang belum diketahui. Manusia adalah satu-satunya spesies yang menangis akibat emosional, sehingga sulit untuk mempelajari mekanisme internal kelenjar air mata. Hal ini juga tidak mudah untuk merangsang menangis dalam lingkungan penelitian yang sudah dikontrol.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!