Adat dan budaya batak simalungun


Balige: Selama ini museum cenderung dicitrakan sebagai bangunan ketinggalan zaman atau sepi sehingga suasananya membosankan. Tapi lain citra yang hendak ditampilkan Museum Batak di Balige, Sumatra Utara.

Museum Batak dibangun secara megah dan modern. Letaknya juga di dekat pemandangan asri Danau Toba. Museum ini sengaja dibangun, tak hanya sekadar menjaga dan memelihara budaya leluhur, tapi juga menjadi kebanggaan masyarakat sekitar.

Budaya Batak yang tinggi membuat sejarawan pernah menggolongkan Batak bukan sebagai suku, tapi juga bangsa. Sayangnya, kekayaan budaya Batak diakui telah banyak tergerus oleh zaman. Dari rasa keprihatinan itulah mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara TB Silalahi menggagas pendirian Museum Batak.

Gayung bersambut, masyarakat tergerak menyumbangkan benda pusakanya. Seribuan artefak berhasil dikumpulkan. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sengaja datang khusus untuk meresmikan museum tersebut. Sejumlah anggota kabinet dan duta besar negara sahabat, seperti Australia, Inggris, dan Belanda hadir dalam acara peresmian. Presiden Yudhoyono memberi apresiasi yang tinggi karena Museum Batak bisa menyelamatkan banyak peninggalan budaya.

Bagi masyarakat, keberadaan museum memberikan banyak manfaat. Mereka berjanji menjaga dan memelihara budaya tradisi bangsa sendiri demi kepentingan anak cucu di masa datang

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!