[Drama bahasa indonesia] Keajaiban Buku Harian Cecillia


Cerita Oleh : Eka Bhakti

TOKOH :

- CECILLIA
- VERONICA
- VANIA
- NEO
- IBU
- MISS. BLACKY


ADEGAN 1


Di Desa Bakung, hiduplah sebuah keluarga yang hanya terdiri dari Ibu dengan dua anaknya, Cecillia dan Veronica. Meskipun bersaudara, tapi mereka berdua memiliki wajah dan watak yang jauh berbeda. Cecillia berusia 17 tahun, manis dan cerdas. Dan Veronika adiknya, berusia 16 tahun. Memiliki wajah yang sangat cantik melebihi Cecillia. Hal itulah yang menimbulkan perasaan iri pada Cecillia.

Sore ini, Cecillia, Veronika, dan Vania belajar bersama.

Veronika : “ Kak, ajarkan Vero Fisika dong. Nggak ngerti nih,,”

Cecillia : “ Ih, kamu belajar sendiri ‘kan bisa! Aku lagi sibuk nih nulis skripsi!”

Neo : “ Hey, kok pada bertengkar sih,, ada apa Vero? Kalau ada kesulitan tanya aku saja.”

Veronika : “ Eh, Neo. Kebetulan kamu datang. Aku nggak ngerti nih,,tapi Kak Cecillia nggak mau mengajarin aku.”

Neo : “ Oh, kalau Cuma kayak gini sih aku ngerti. Lebih baik aku jelasinnya di taman saja, supaya suasana agak adem.”

Neo dan Veronika pergi ke taman. Hal itu membuat Cecillia cemberut.

Vania : “ Aku rasa, semakin hari mereka tambah dekat ya? Sepertinya mereka serasi deh,, kenapa nggak pacaran saja?”

Cecillia : “ Ih, Vania! Kamu ‘kan tahu kalau aku suka sama Neo. Kamu berani sekali bicara begitu di depanku. Huh,! Veronika itu juga, kijil amat sih jadi cewek! Pake ngejelek-jelekin aku di depan Neo lagi!”

Vania : “ Oooh, sory aku lupa kalau di sini ada yang jealous! Hihihi…”

Cecillia : “ Ah, memang kamu sengaja meledekku ‘kan? Nyebelin banget!”

( Melempar buku tulisnya dan berjalan keluar rumah dengan kesal)

Vanian : “ Oi, Cecillia…lo mau kemana?”


Adegan 2

Di taman, Neo dan Vania duduk berdua. Cecillia yang juga ada di taman bersembunyi.

Vero : “ Neo, sekarang tolong jelasin yang aku nggak ngerti dong.”

Neo : ( Mengambil buku yang dipegang Vero dan meletakkannya di bawah)

“ Sekarang bukan saatnya menjelaskan Fisika. Ada yang ingin aku bilang padamu.”

Vero : “ Apa?”

Neo : “ Sejak kecil aku menyukaimu. Aku pikir ini sudah saatnya aku bilang padamu. Aku sangat menyayangimu, Vero.”

Vero : “ Yang benar? Aku pikir kamu selama ini suka sama kak Cecillia, soalnya kalian dekat banget.”

Neo : “ Aku memang deket banget sama Cecil. Aku juga sayang sama dia, tapi nggak lebih hanya sebatas sebagai sahabat. Dia teman yang sangat baik. Tapi sayang aku ke kamu beda. Aku ingin kamu menjadi kekasihku.”

Vero : (salah tingkah)

“ Oh, begitu…berarti selama ini aku salah sangka sudah berpikir kalau kamu menyukai kak Cecil. Yach, aku juga menyayangimu Neo.

Neo : ( Memasangkan cincin di jari manis Vero)

“ Ini bukti tanda cinta kita.”

ADEGAN 3


Beberapa saat setelah Neo dan Vero meninggalkan taman, Cecillia keluar dari persembunyiannya.

Cecillia : “ Dasar ade kurang ajar! Padahal dia tahu kalau aku suka sama Neo. Tapi tega sekali dia merebut Neo dariku!! Neo juga, ternyata selama ini kedekatan kami hanya sebatas sahabat??Dan dia ternyata menyukai adeku!”

( Duduk di taman dengan wajah murung)

“ Aku tidak menyangka akan jadi begini. Padahal dari dulu kami bertiga adalah sahabat sejak kecil. Aku yang paling dekat dengan Neo dibandingkan Vero. Tapi ternyata, semua terjadi tidak sesuai dengan yang aku pikirkan. Apa sih yang disukai Neo dari Vero? Oh…ya, aku tahu. Vero itu cantik, sangat cantik. Cowok mana sih yang tidak menyukainya. “

( mendengus kesal)

“ Padahal kami bersaudara, tapi kenapa Tuhan memberikan kami wajah yang jauh berbeda? Aku dan dia tidak ada miripnya! Aku kesal!!!!Tuhan, aku ingin bahagia walau hanya sedikit! Aku ingin BAHAGIAAA!!!!”

Miss Blacky : “ Kamu ingin bahagia?”

Cecillia : “ Loh, kamu siapa?”

Miss Blacky : “ Aku Miss Blacky penjual toko kelontong antik itu.”

( Menunjuk sebuah toko kecil di dekat taman)

“ Kalau kamu mau bahagia, silahkan belanja di tokoku. Tokoku menjual barang-barang antic yang dapat membuat orang bahagia.”


Cecillia berjalan mengikuti Miss Blacky, menghampiri tokonya.

Cecillia : “ Ini parfum apa?”

Miss Blacky : “ Bila kamu memakai parfum ini, harumnya akan bertahan selama seminggu.”

Cecillia : “ Ini cermin untuk apa?”

Miss Blacky : “ Kamu bisa bertanya apa saja pada cermin ini. Dia akan menjawabnya dengan jujur.”

Cecillia : “ Tidak ada barang yang dapat membuatku bahagia.”

Miss Blacky : “ Belum tentu. Bagaimana kalau ini?”

( Mengangkat sebuah buku)

“ Ini adalah Diary. Apa saja yang kamu tulis di sini, akan menjadi kenyataan.”

Cecillia : “ Ah, nggak mungkin ada yang seperti itu!”

Miss Blacky : “ Coba sajalah. Harnganya murah, kok…hanya 10.000.”

Cecillia : “ Iya deh, sekedar iseng doang kok…”


ADEGAN 4

Di rumah, Vero masuk dengan riang.

Cecillia : (sinis)

“ Tumben kamu seriang ini? Apa yang terjadi?”

Vero : ( Gugup)

“ Ah, tidak. Cuma pengen gembira saja.”

Cecillia : “ Itu cincin dari siapa?”

Vero : “ Ah,,…a…i..ni..ini hadiah dari temanku di sekolah. “

Cecillia : “ Aku rasa kamu berkata bohong! Iya ‘kan? Jawab yang jujur!”

Vero : “ A…a..ku jujur kak…”

Cecillia : “ Bohong!”

Ibu : “ Eh, ada apa ini? Cecill, kenapa kamu marah-marah gitu sama ademu?”

Cecillia : “ Dia pembohong sih Ma. Nggak mau ngaku yang jujur…”

Ibu : “ Maksudnya berbohong apa?”

Vero : “ Kak Cecill tanya, cincin ini dari siapa…Vero bilang dari teman. Eh, dia nggak percaya dan malah marah.”

Ibu “ Kamu dengar ‘kan? Vero dikasih temannya,,jadi kamu jangan marah-marah lagi sama ademu. Kasihan Vero kalau dibentak-bentak. Ver, ayo kita masuk ke dalam.”

( pergi bersama Vero)

Cecillia : “ Dasar pembohong!! Aku kesal!”

( Mencoret-coret buku hariannya)

“ Hari ini aku kesal banget! Kenapa Neo dan Vero pacaran? Bahkan yang lebih sebel lagi, Vero sengaja merahasiakannya dariku!! Uh, tuhan tidak adil! Neo lebih sayang Vero daripada aku! Mama juga selalu membelanya! Coba aku dan Vero tukaran saja! Biar aku jadi Vero dan dia jadi aku! Biar tahu bagaimana rasanya menjadi diriku, dan aku akan sangat bahagia menjadi dirinya!!”

( badannya bergetar hebat)

“ AAAA…AAAA!! Kenapa ini, badanku!! AAAA…AAA….AAA!!!”

Vania : “ Loh, Cecill, kamu kenapa?”

Cecillia : “ Loh, kenapa aku bisa begini?”

( Meraba wajahnya)

“ Ini ‘kan wajah Kak Cecil? Kenapa aku bisa ada dibadan Kak Cecil? Apa yang terjadi?”

Vania : “ Cecil, kamu kenapa sih?”

Cecillia : “ Kak Vania, aku ini Vero bukan Cecil! Aku juga nggak tahu kenapa bisa ada di badan kak Cecil?”

Vania : “ Kamu jangan bercanda deh, cecil!”

Cecilia : “ Aku nggak bercanda! Aku ini Vero!”


Ibu datang bersama Vero

Ibu : “ Ada apa ribut-ribut?”

Vania : “ Nggak tahu nih, tante. Waktu saya masuk, saya lihat Cecil teriak-teriak gitu. Eh, setelah normal…dia malah ngaku-ngaku kalau dia Vero.”

Cecil : “ Aku benaran Vero, ma……Kak Cecilia, kembalikan tubuhku!”

Vero : “ Ih, kak Cecil ngomong apa sih? Ini ‘kan tubuhku, masa kakak mau ambil?”

Cecillia : “ Aku bukan Cecil, aku Vero! Kembalikan tubuhku!”

Vero : “ Vero itu aku, kak…kakak jangan mengada-ngada deh.”

Ibu : “ Sepertinya Cecillia sudah mulai stress. Coba kita periksa ke dokter. Mungkin ada sesuatu pada dirinya…”


Vania dan Ibu menuntun Cecil yang terus meronta.

Cecil : ( Teriak)

“ Aku Vero, Ma!! Aku nggak STRES!!!”


ADEGAN 5


Vero : “ hahaha….aku senang sekali. Aku Cecillia telah berhasil menjadi Vero yang cantik. Ternyata buku harian ini ajaib juga! Sekarang aku bisa dekat dengan Neo kapanpun aku mau!”

( Mengamati buku itu dengan senang)

Neo datang dengan membawa amplop.

Neo : “ Ver, tadi gue lihat Cecillia dibawa sama tante. Kenapa dia teriak-teriak gitu? Apakah yang dibilang Vania benar, kalau Cecil sudah gila?”

Vero : “ Iya, kak Cecillia sudah gila. Masa dia mengaku kalau dia itu aku? Gila ‘kan? Kayaknya dia sudah stress dan harus dibawa ke psikiater deh. Kasihan banget dia…”

Neo : ( Menatap Vero dengan cemas)

“ Ver, kamu inget nggak waktu kita periksa kesehatanmu kemarin?”

Vero : ( Bingung)

“ Hah, kapan?”

Neo : “ Duh, masa kamu lupa. Kemarin kita ‘kan periksa kesehatanmu. Gara-gara kamu selalu mengeluh sering sakit kepala dan memuntahkan darah.”

Vero : ( Kaget)

“ Memuntahkan darah? Masa Vero punya penyakit sih? Eh, maksudku, masa aku punya penyakit?”

Neo : ( mengangguk pelan)

“ Iya, ini hasil tes darahnya.”

Vero : ( membaca isi amlop)

“ hah? Vero ngidap leukemia?”

Neo : “ Iya, Ver…kamu ternyata kena kanker darah…”

Vero : ( Gemetaran)

“ Bagaimama ini? Aku sudah memakai raga Vero. Berarti yang akan meninggal karena penyakit ini adalah aku, dong? Tidak….aku belum mau mati!!!”

Neo : “ Ver, kamu ngomong apa? Maksudmu apa sih? Aku nggak ngerti.”

Vero : “ Aku bukan Vero, neo! Aku Cecil!! Vero, kembalikan tubuhku!! Aku tidak mau mati!! Kembalikan tubuhku!!!”

Neo : “ Kamu jangan ikutan stress kayak Cecil dong, Ver. Apa kamu syok gara-gara mendengar kabar buruk ini?”

Vero : “ Aku nggak gila! Aku beneran Cecil. Yang ada di rumah sakit sekarang adalah Vero! Dia memakai tubuhku dan aku memakai tubuhnya! Neo, tolong aku. Aku belum mau mati!!”

Neo : “ Sepertinya kamu syok, Ver. Aku panggil tante dulu…agar kamu dibawa ke rumah sakit!”

( Keluar)

Vero : “ Neo! Aku berkata benar! Aku ini Cecil!!!”

( Sesak napas)

“ Hhhh….ugh!! Aaaa!! Hhheehhh, uhk!uhk!! Ugh! Arrgghh!! Sakit!!!Hosh…hosh….hufh! Ugh…uhk!uhk!”

( Memegangi dadanya dan jatuh tak bernyawa)

BRUK!

Miss Blacky : ( Muncul dan mengambil buku harian Cecillia dan membacanya sekilas)

“ Kasihan sekali kamu, cecillia…. Kamu harus menanggung derita yang seharusnya dialami oleh ade mu. Tapi, ini semua ‘kan emang keinginanmu. Akibat sifatmu yang selalu sirik dan merasa tidak sempurna, kamu ingin menjadi orang lain. Padahal di dunia ini tidak ada makhluk yang sempurna. Begitu juga ademu, secantik-cantiknya dia, tetap saja dia tidak sempurna. Seharusnya kamu bersyukur dan menerima semua yang ada pada dirimu. Sekarang semuanya sudah terlambat. Kamu harus menggantikan Vero untuk menghadap ke yang di atas. Semoga kamu bahagia dengan hal ini, Cecillia……”


ADEGAN 6

Ibu, Neo, dan Vania masuk ke dalam sambil menuntun Cecillia yang masih teriak-teriak

Neo : “ Vero!”

( Kaget melihat Vero terkapar di lantai)

Ibu : “ Sayang…”

( memeluk Vero)

“ Jangan tinggalkan Mama, Vero! Vero…”

( Tersedu-sedu)

Vania dan Neo ikut syok dan menangis

Vania : “ Vero!! Kenapa ini harus terjadi, Neo…Cecillia stress gini, adenya pun meninggal…”

Neo : ( Menenangkan Vania)

“ Sudahlah, mungkin ini takdir…”

Cecillia : ( Kaget melihat Vero)

“ Kak Cecil!! Kak Ceccilia meninggal!!? Tidak!! Pasti karena penyakit itu!!! Tuhan, kembalikan kak Cecillia! Aku rela selamanya memakai tubuh kak Cecillia, asal jangan kau ambil kakakku!! Kak cecil! Jangan pergi!!!”

( Memeluk tubuh Vero)

Ibu : “ Sayang, kamu masih menganggap dirimu adalah vero? Ingat sayang, kamu adalah Cecillia, vero sudah meninggal. Sadarlah, sayang…”

Cecillia : “ Nggak, Ma! Vero masih hidup ini Vero!! Gara-gara Vero, Kak Cecillia meninggal! Padahal harusnya aku yang meninggal!”

( Mengambil pisau di atas meja)

“ Daripada aku hidup dengan keadaan seperti ini, dan merasa berdosa pada kak Cecil, lebih baik aku juga pergi sama Kak cecil!!”


Semua yang ada di ruangan itu menjerit menyaksikan Cecillia menusuk perutnya dengan pisau dan terkapar begitu saja.

Ibu : “ Cecillia!!!!”

Miss Blacky : “ Sungguh keluarga yang penuh derita.”

TAMAT


Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!