sambungan pengenalan pada proses milling

PERHITUNGAN PUTARAN MESIN

      Sebelum kita memulai melakukan pengerjaan dengan mesin milling, hal yang harus kita perhatikan adalah putaran kecepatan mesin. Putarn kecepatan mesin milling dipengaruhi beberapa factor antara lain material benda kerja, diameter benda kerja, materal alat potong dan diameter alat potong.
Penentuan kecepatan putaran mesin ini sangat penting, karena apabila kita salah memilih kecepatan putaran, misalnya kita mengunakan cutter yang seharusnya hanya mampu memotong dengan kecepatan rendah tetapi kita mengunakan kecepatan yang tinggi maka cutter akan menjadi patah atau gompel.

A. Rumus

      Pada saat melakukan pemillingan kita harus mengatur kecepatan putaran mesin, sesuai benda kerja dan alat potong yang kita gunakan. Pada proses penentuan kecepatan putaran mesin, kita mengunakan rumus yang dipakai untuk menghitung putaran mesin. Dibawah ini akan disajikan rumus yang digunakan dalam perhitungan kecepatan putaran mesin.


Keterangan :
n = kecepatan putaran (rpm)
CS = Cutting Speed (m/menit)
D = Diameter benda kerja (mm)

Contoh soal :

Bahan dari besi SS 41 akan dikerjakan dengan mesin miling mengunakan cutter END MILL CUTTER ROUGHING diameter 20. hitunglah kecepatan putaran mesin milling tersebut.
Jawab: untuk bahan SS41 dan cutter EMCR diperoleh :
CS sebesar = 32 ( dari tabel ).
Maka



                             1000 x CS
 n =                           
                               pi  x D
               
                               
                            
                           1000 x 32
    =     
                            3,14 x 20

   = 509,554 Rpm   500 Rpm

B. Kecepatan Potong ( Cutting Speed )

     Selain kecepatan putaran mesin, kecepatan potong pun menjadi hal yang harus diperhatikan sebelum memulai pengerjaan dengan mesin mlling. Pada kecepatan potong ada beberapa hal yang mempengaruhi kecepatan antara lain:

1. Material alat potong dan ketajaman

      Perhatikan material alat potong yang kita gunakan sebelum melakukan pengefraisan. Apabila material yang kita gunakan adalah material yang keras, maka gunakanlah kecepatan potong yang tinggi dengan catatan ketajaman alat potong juga harus tinggi. Sebaliknya kalau kita mengunakan kecepatan tinggi untuk alat potong yang tidak keras dan kuat serta tidak tajam, maka akan berakibat cutter akan patah atau gempil.

2. Material benda kerja yang akan kita kerjakan

      Material benda kerja yang kita gunakan akan mempengaruhi kecepatan potong. Apabila kita mengunakan material yang keras tetapi dengan kecepatan yang tinggi akan berakibat pahat cepat aus dan kemungkinan akan patah sebelum kita menyelesaikan pengerjaan kita.

3. Kedalaman pemakanan yang kita inginkan

      Kedalaman pemakanan yang tinggi akan mengakibatkan beban pada alat potong semakin besar sehingga kita harus mengunakan kecepatan potong yang rendah agar tidak menghasilkan tekanan yang terlalu besar

4. Pencekaman benda kerja

     Apabila kita ingin mengunakan cutting speed yang tinggi usahakan agar pencekaman pada benda kerja harus kuat. Hal ini dilakukan agar benda kerja tidak terangkat pada saat pemakanan atau nantinya lepas dari tangem.

5. Jenis pengerjaan

    Kecepatan alat potong juga ditentukan oleh jenis pengerjaan. Apabila kita melakukan pengerjaan roughing maka kecepatan potong harus tinggi dan sebaliknya pada proses finishing gunakanlah kecepatan potong yang rendah.

6. Kondisi mesin

    Kondisi mesin juga ikut menentukan kecepatan potong pada proses pengefraisan. Kondisi mesin yang tua harus mengunakan kecepatan potong yang rendah agar mesin awet dan tahan lama.

7. Diameter alat potong

Perbedaan diameter pada alat potong juga menentukan kecepatan alat potong yang harus kita gunakan.

SOP ( STANDARD OPERATION PROCEDURE )

       Sebelum memulai pengerjaan dengan mesin miling maka hal yang harus diperhatikan adalah standard operation procedure (sop). SOP adalah langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai bekerja dengan mesin milling, agar kondisi mesin dan segala hal yang berkaitan dengan mesin milling dapat diketahui dan berjalan dengan baik serta meminimalisir terjadinya kecelakaan pada saat bekerja dengan mesin atau lebih kepada aspek safety sang operator.

SOP yang dilakukan terdiri dari perawatan mesin yang dilakukan secara berkala,yaitu perawatan harian,perawatan mingguan,dan perawatan bulanan.
SOP juga meliputi beberapa hal diantaranya proses inventarisasi, langkah SOP dan cleaning mesin. SOP dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi mesin, memelihara keawetan mesin, dan menjaga agar mesin dalam kondisi yang baik pada saat pengerjaan.

A. Proses Inventarisasi

       Langkah awal yang harus kita lakukan sebelum memulai pengerjaan dengan mesin milling adalah inventarisasi. Inventarisasi adalah proses pengecekan kembali peralatan dan segala atribut mesin, apakah terjadi kehilangan atau kerusakan.

Hal yang harus dilakukan pada saat inventarisasi

- Cek apakah semua aksessoris pada mesin sudah lengkap sesuai yang tertera pada tabel yang diberikan instruktur.
- Tuliskan pada selembar kertas apabila ada aksessoris yang hilang ataupun yang rusak.
- Simpan aksessoris mesin sesuai tempat yang telah diberikan agar mempermudah pada saat kita akan mengunakannya.
- Bersihkan aksessoris yang masih kotor dari minyak dan chips
- Laporkan kepada instruktur apabila ada penyimpangan pada mesin atau kerusakan yang vital.
- Laporkan kepada instruktur apabila sudah selesai dalam inventarisasi

Proses inventarisasi dilakukan setiap kali kita akan bekerja dengan mesin milling. Invetarisasi dilakukan sebelum kita memulai bekerja dan sesudah kita bekerja.

SAFETY PROCEDURE

Safety procedure atau procedure keamanan adalah sebuah instruksi atau petunjuk saat melakukan pengerjaan dengan mesin milling, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Safety procedure dibuat agar sang operator tidak mengalami kecelakaan pada saat melakukan pengerjaan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat memulai dan mengoperasikan mesin milling.
  •  Rambut dan kuku tidak boleh panjang,. apabila panjang hal ini bisa menyebabkan rambut masuk kedalam putaran cutter. bagi wanita disarankan untuk memakai topi.
  • Mengunakan safety shoes, dengan safety shoes kita akan terlindungi dari benda berat yang jatuh ataupun kemungkinan tersetrum oleh hubungan arus pendek.
  •  Mengunakan pakaian kerja praktek, dengan pakaian ini kita akan terhindar dari serpihan chips yang tajam.
  •  Pakailah kacamata pengaman, hal ini dilakukan untuk menghindari mata dari serpihan chips yang melayang.
  •  Jangan tinggalkan spanner pada drawbar, hal ini bisa menyebabkan spanner melayang ketika mesin berputar dan bisa mengenai orang lain ataupun kita sendiri.
  •  Kencangkan tangem secukupnya dan jangan mengunakan alat bantu seperti palu untuk mengencangkan tangem.
  •  Pisahkan alat ukur dengan benda yang lainnya.
  •  Jangan ragu bertanya pada instruktur apabila ada sesuatu yang tidak diketahui.
  •  Gunakan alat-alat dengan betul sesuai fungsinya.
  •  Jangan mengunakan alat yang tidak tahu cara kerja dan fungsi
  •  Jangan mengunakan cutter atau alat potong yang telah tumpul atau rusak
  •  Simpan atau masukan kedalam lemari, alat-alat yang tidak dipakai dan rapikan meja kerja.
  •  Hati-hati mengunakan perlengkapan
  •  Hindari berlaku ceroboh didalam pengerjaan dengan mesin milling.
  •  Jangan tergesa-gesa didalam bekerja.
  •  Jangan melempar sesuatu benda.
  •  Jangan meninggalkan mesin dalam keadaan berputar.
  •  Jangan bersandar pada mesin dalam keadaan hidup ataupun mati.
  •  Matikan mesin setiap hendak menganti pengerjaan, Atau aktifkan tombol emergency yang tersedia.
  •  Matikan mesin segera bila ada sesuatu yang salah.
  • Jangan melampaui batas daya mesin dalam menambah feeding atau putaran spindle hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada mesin.
  •  Cekamlah benda kerja seefektif mungkin agar benda kerja tidak terangkat pada saat melakukan pengerjaan.
  •  Usahakan benda kerja dipasang diatas vice sehingga rahang vice tidak termakan oleh cutter. Gunakan paralel block untuk menyeimbangkan benda kerja.
  •  Periksa setiap alat tercekam dengan baik sebelum menjalankan mesin.
  •  Jangan mendekatkan anggota tubuh atau meraba cutter yang sedang berputar.
  •  Jangan membersihkan chips dengan tangan, tetapi gunakanlah kuas atau karet pembersih.


Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!