Peralat Istri Peras Orang

JAMBI - Hendrik bin Junaidi (29) sangat kenal potensi istrinya, Desi Sarti (25) alias Tika. Warga Kampung Manggis ini bersama dua orang oknum wartawan merekayasa penggerebekan dengan dalih perselingkuhan untuk pemerasan. Hendrik sengaja merencanakan penggerebekan rekayasa untuk mendapat keuntungan bersama dengan dua oknum wartawan.

Rencana itu dilakukan oleh Hendrik, saat dirinya mengetahui bahwa di Hp istrinya ada SMS lelaki lain. Karena curiga, maka Hendrik menginterogasi sang istrinya untuk menyebutkan identitas sang lelaki itu. Setelah mendapatkan penjelasan dari sang istri, muncullah ide untuk melakukan penggerebekan terhadap keduanya. Hendripun langsung menghubungi dua orang oknum wartawan. Dan merekapun langsung berdiskusi di rumah Hendrik untuk melakukan aksi mereka itu. “Saya memang merencanakan untuk menangkap dan mengetahui siapa lelaki itu,” ungkap Hendrik, Kamis (28/4).

Setelah bersepekat, sang istripun langsung menghubungi Dony (pria yang mengirim SMS) untuk bertemu di salah satu hotel di Jambi itu. Merekapun langsung check ni di sebuah hotel di Paal V Kotabaru. Saat Dony masuk ke kamar hotel, sang istri menghubungi suaminya yang telah menunggu di luar hotel. Demikian pula dua oknum wartawan juga telah menunggu di luar hotel. "Saat lelaki itu masuk ke hotel, saat itulah saya langsung datang mendobrak kamar hotel,”ungkap Hendrik.
Hendrik sendiri juga mengakui bahwa berdasarkan pengakuan sang istri, dirinya sudah tiga kali berhubungan intim dengan Dony. Maka dari itu dirinya ingin sekali menangkap si lelaki itu.

Pasca penggerebekan, Dony ditarik keluar kamar hotel. Dan diluar hotel itulah kemudian dua oknum media itu datang mewawancarai. Akan tetapi kemudian pelaku membawa Dony Satriyo ke Taman Remaja. Disanalah Dony berusaha untuk meminta agar media ini tidak mengekspos apa yang telah terjadi.

Sebagai tanda perdamaian, pengakuan Hendrik, Dony menawarkan uang senilai Rp 5 juta. Akan tetapi karena saat itu, Dony hanya memiliki uang Rp 800 ribu, maka dirinya menjanjikan akan melunasi kekurangannya dengan mengambil uang di ATM.

“Sebagai jaminan Dony meninggalkan motor miliknya,”ungkap Hendrik. Sementara itu, Safrizal salah satu oknum wartawan ini mengaku tidak mengetahui bahwa antara Hendrik dan Dony telah terjadi kesepakatan tentang perdamaian menggunakan uang. Bahkan Safrizal mengaku tidak menerima uang sama sekali dari Dony dan Hendrik. Akan tetapi dirinya memang mengakui jika dirinya sempat menanyakan banyak hal kepada Dony. “Saya tidak mengetahui kalau Dony dan Hendrik telah sepakat berdamai dan membayar sejumlah uang,”ujar Safrizal.

Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda M Amin Nasution mengaku pihaknya telah menahan empat orang tersangka pemerasan terhadap Dony Satriyo senilai Rp 5 juta pada hari Jumat sekitar pukul 15.30 WIB. “Empat orang tersangka saat ini telah berhasil diamankan. Demikian pula barang bukti, uang tunai sebesar Rp 750 ribu, 1 unit handycam, 4 unit motor Honda Revo HB 5931 NA, Revo BH 4718 MY, Honda Legenda BH 7286 HV dan Honda Beat BH 2009 IS,"ujar M Amin.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!