Pelaku Pembocor Soal Unas Di pidanakan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menerangkan, para pelaku yang sudah terbukti melakukan kecurangan dengan membocorkan soal Ujian Nasional (Unas) di Gorontalo, telah ditindaklanjuti dan segera akan dipidanakan.

"Siapa saja yang melakukan kecurangan atau kebocoran, harus ditindak. Oleh karena itu, mengenai kebocoran di Gorontalo, memang benar, dan harus ada ujian ulang," tegasnya, ketika ditemui usai acara ASEAN Social Cultural Community (Soca) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/4).

"Sanksi yang akan diberikan bagi pelaku kecurangan tidak akan main-main. Karena, kejadian ini dilakukan dengan cara sengaja dan bahkan terkait dengan pembocoran rahasia negara. Maka harus masuk di wilayah kasus pidana. Apalagi (ini) dilakukan oleh oknum guru dan stakeholders dari pendidikan," lanjut Nuh.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengatakan, hukuman yang diberikan kepada para okunum atau pelaku kecurangan Unas itu, tidak hanya berlaku di Gorontalo saja. Melainkan juga berlaku untuk semua daerah. Menurutnya, begitu diketahui dan dapat dipastikan telah melakukan kecurangan, maka harus segera diberikan sanksi.

Sementara untuk para peserta Unas di Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato yang ujiannya harus diulang, Nuh menilai hal tersebut sudah menjadi resiko yang harus diterima oleh seluruh peserta Unas dan sekolah setempat. "Itu salah satu resiko. Karena saat ini, siapa yang bisa memastikan kunci jawaban Unas itu tidak beredar kemana-mana? Tidak ada kan? Maka dari itu, ini (mengulang ujian) kita ambil dari sisi yang paling aman," tukasnya.

Lebih jauh, Mendiknas pun menambahkan, kasus kebocoran soal Unas ini layaknya sebuah virus yang harus segera dicegah. "Begitu ada yang dapat kunci jawaban, langsung tersebar di mana-mana. Oleh karena itu, meskipun masalah ini (adalah) ranahnya Pemda, tapi tetap harus diberikan sanksi keras. Paling tidak, jabatan kepsek harus dicopot dan tidak bisa ditolerir," tandas Nuh.

Disinggung mengenai pelaksanaan Unas jenjang SMP, Nuh mengungkapkan bahwa sejauh ini masih berjalan dengan lancar, meskipun ada beberapa daerah yang terkena musibah banjir dan gempa bumi. "Jika terkena musibah, memang tidak bisa dihindari. Tapi kami berikan solusi, yakni akan ada ujian susulan untuk para peserta Unas yang terkena bencana alam itu. Teknisnya nanti akan disosialisasikan oleh Balitbang dan BSNP. Jadi, jangan khawatir," ujarnya.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!