Membuat contoh karya tulis ilmiah

Bab.I. PENDAHULUAN
I.A. Latar Belakang
Dewasa ini pada umumnya membuat karya tulis ilmiah bukanlah sesuatu hal yang tabu lagi bagi pelajar dan pendidk. Mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar hingga tingkat pengajar sudah sangat akrab dengan karya tulis ilmiah karena banyak sekali kompetisi yang menggunakan karya ilmiah sebagai salah satu segi penilaian.
Selain itu, seiring berkembangnya dunia pendidikan di negeri tercinta ini memaksa para pengajar dan pelajar untuk mampu membuat karya tulis ilmiah, hal ini disebabkan karena karya tulis ilmiah juga menjadi salah satu sistem penilaian yang ada, yang berdasarkan kurikulum dan silabus pendidikan yang ada di Indonesia.
Namun sayangnya, kebanyakan para penulis karya tulis ilmiah biasanya hanya memperhatikan isi karya tulis ilmiah itu sendiri karena menganggap bahwa isi dari karya tulis ilmiah ituadalah satu-satunya cara menarik perhatian pembaca. Padahal dalam pembuatan karya tulis ilmiah tidak hanya isi yang harus selalu diperhatikan karena masih banyak faktor-faktor lain yang dapat menarik perhatian pembaca seperti kalimat yang digunakan, ukuran tulisan, jarak antar tiap kata, bentuk tulisan, ukuran kertas dan sebagainya.Semuanya itu adalah yang dimaksud dengan teknik penulisan dalam karya tulis ilmiah
Banyak kesalahan-kesalahn yang dilakukan penulis karya tulis ilmiah dan ini terjadi secara berulang-ulang, sehingga kesalahan ini terjadi terus menurus dan turun-temurun.
Untuk mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan pada penulisan karya tulis ilmiah yang akan datang maka pada kesempatan ini penulis akan membahas mengenai kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh mahasiswa dalam membuat karya tulis ilmiah.


I.B. Identifikasi Masalah
1. Apa karya tulis ilmiah?
2. Apa saja bagian-bagian karya tulis ilmiah?
3. Apa fungsi karya ilmiah?
4. Bagaimanakah sistematika penulisan karya tulis ilmiah?
5. Berapakah ukuran kertas yang digunakan pada penulisan karya tulis ilmiah?
6. Apa saja jenis karya tulis ilmiah?
7. Bagaimanakah penulisan tabel dan gambar yang benar pada penulisan karya tulis ilmiah?
8. Kalimat apakah yang harus digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah?
9. Bagaimanakah penulisan daftar pustaka yang benar pada penulisan karya tulis ilmiah?
10. Berapa ukuran tulisan yang benar pada penulisan karya tulis ilmiah?
11. Bagaimana penulisanbab dan rincian pada penulisan karya tulis ilmiah?


I.C. Pembatasan Masalah
Barkaitan dengan judul karya tulis yang diambil, maka penulis membatasi masalah yang di sajikan yakni:
1. Bagaimanakah sistematika penulisan karya tulis ilmiah?
2. Berapakah ukuran kertas yang digunakan pada penulisan karya tulis ilmiah?
3. Bagaimanakah penulisan tabel dan gambar yang benar pada penulisan karya tulis ilmiah?
4. Kalimat apakah yang harus digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah?
5. Bagaimankah penulisan daftar pustaka yang benar pada penulisan karya tulis ilmiah?
6. Bagaimana penulisab bab dan rincian pada penulisan karya tulis ilmiah?
I.D. Tujuan
Pada dasarnya penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia.
Selain itu, Penulis memiliki tujuan pada pembuatan makalah ini, yakni Setelah membaca makalah ini pembaca diharapkan :
1. Mengetahui kesalahan yang sering dilakukan dalam penulisan karya tulis ilmiah.
2. Menerapkan teknik penulisan karya tulis ilmiah yang disajikan.
3. Mampu menulis karya tulis ilmiah yang benar.


I.E. Sistematika Penulisan
1. Bab I Pendahuluan
Pada bab ini terdiri dari beberapa sub-bab seperti latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan.
2. Bab II Pembahasan
Pada bab ini membahas masalah yang di rumuskan.
3. Bab II Penutupan
Pada bab ini terdiri dari beberapa sub-bab seperti kesimpulan, dan saran.
Bab.II. PEMBAHASAN
II. A. Penomoran Bab, Halaman dan Rincian lainnya
II.A.1. Penomoran pada Bab dan Sub-bab
Pada karya tulis ilmiah Penulisanbab harus menggunakan huruf romawi dan menggunakan huruf besar. Sedangkan pada penulisan sub-bab harus menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata dan tidak diakhiri dengan tanda titik.Sementara itu untuk penulisan rincian selanjutnya (misalnya sub dari sub-bab) dapat menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata dan tidak diakhiri dengan tanda titik atau hanya menggunakan huruf kapital pada awal kalimat dan diakhiri dengan tanda titik.
Contoh:
A. Proses Pada Plastik
Plastik memiliki beberapa proses diantaranya:
1. Plastic Injection
atau
1. Plastic injection.


II.A.2. Penomoran Rincian Sub-bab
Penulisan butir rincian lebih lanjut dari sub-bab atau sub dari sub-bab diakhiri dengantanda titik apabila perincian tersebut menggunakan kata yang diawali dengan hurufkapital (contoh 1),
sedangkan apabila tidak diawali dengan huruf kapital makamenggunakan tanda koma atau titik koma (contoh 2).
Contoh 1:
A. Proses Pada Plastik
Plastik memiliki beberapa proses diantaranya:
1. Plastic Injection
Pada plastic injection memiliki beberapa hasil produksi seperti:
a. Body motor.
b. Peralatan rumah tangga.


Contoh 2:
A. Proses Pada Plastik
\ Plastik memiliki beberapa prose diantaranya:
1. Plastic Injection
Pada plastic injection memiliki beberapa hasil produksi seperti:
a. body motor;
b. peralatan rumah tangga.
II.A.3. Penomoran Halaman
Pada karya tulis ilmiah nomor halaman tidak ditulis secara asal-asalan karena dapat mempengaruhi setiap bagiannya, nomor halaman menggunakan angka arab (1, 2, dst) dan diberikan secaraberurutan dari Bab I hingga daftar pustaka sedangkan nomor halaman pada Bagian kata pengantar, daftar isi (kecuali halaman judul) digunakan angka romawi kecil (i, ii, iii, iv, dst).


II. B. Ketentuan Pada Kertas dan Tulisan
II.B.1. Ketentuan Pada Kertas
Pada Karya Tulis Ilmiah yang didokumentasikan dalam bentuk makalah batas kiri, kanan, atas dan bawah kertas yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
a. kiri = 1,5 inci
b. kanan = 1 inci
c. atas = 1,5 inci
d. bawah = 1,5 inci
Selain itu ukuran kertas yang diperkenankan untuk penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah kertas putih kuarto (Q4 / 8,5 inci x 11 inci) dengan berat 60 – 80 gram.


II.B.2. Ketentuan Pada Tulisan
Pada karya tulis ilmiah tulisan harus rapih, jenis dan ukuran huruf harus sama disisi lain jarak dalam teks makalah adalah dua spasi, sedangkan untuk kutipan langsungyang lebih dari empat baris, catatan kaki dan daftar pustaka, jarak baris adalah satu, spasi (jarak antar catatan kaki atau unsur dalam daftar pustaka adalah dua spasi).


II. C. Sitematika Penulisan
Dalam karya tulis ilmiah kestrukturan tulisan haruslah jelas karena dapat mempengaruhi isi dari karya tulis itu sendiri.
Secara garis besar karya tulis memiliki tiga bagian yakni awal, isi dan akhir, pada bagian awal terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan halaman pengesahan. Pada bagian isi terdiri menjadi tiga bab yakni bab pendahuluan, bab pembahasan dan bab penutupan ,sedang pada bagian akhir terdiri dari daftar pustaka, (indeks dan lampiran jika ada). Berikut penulisan sistematika karya tulis ilmiah secara umum:
1. Halaman Judul
2. Kata Pengantar
3. Halaman Pengesahan
4. Daftar Isi
5. Bab Pendahuluan
a) Latar Belakang Masalah
b) Identifikasi Masalah
c) Pembatasan Masalah
d) Tujuan Penulisan
e) Sistematika Penulisan
6. Bab Pembahasan, berisi metode, hasil analisis dan hipotesis penelitian serta pembahasan masalah.
7. Bab Penutupan
a. Kesimpulan
b. Saran
8. Daftar Pustaka


II. D. Penulisan Tabel dan Gambar
Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah, terkadang harus mencantumkan tabel dan gambar, baik yang dibuat sendiri maupun mengutip dari sumber lain. Tabel merupakansusunan dari bahan-bahan yang mengandung angka-angka yang dibuat secara sistematis, biasanya terdiri dari beberapa kolom.Sedangkan yang dimaksud dengan gambar adalah bentuk-bentuk tertentu yang tidak dapat dikategorikan sebagai tabel, misalnya bagan atau denah, lukisan, grafik, peta, dan sejenisnya.
Aturan-aturan berikut ini berlaku apabila dalam Karya Tulis Ilmiah bermaksud memasukkan tabel dan gambar:
1. Setiap tabel atau gambar harus berisi satu jenis informasi saja, dan hendaknyadilakukan sesingkat dan sesederhana mungkin.
2. Tabel dan gambar diupayakan tidak terpotong oleh halaman.
3. Tempatkan tabel dan gambar sedekat mungkin dengan uraiannya di dalam teks,tetapi tabel dan gambar tersebut tidak boleh mendahului uraiannya.
4. Uraian mengenai isi tabel hendaknya ringkas dan jelas, dan tabel hendaknya dibuatsejelas mungkin. Sehingga pembaca dapat memahami uraian dalam teks tersebut tanpa harus melihat tabelnya atau memahami tabel tanpa harus membaca uraiannya. Hindari penulisan menempatkan angka atau perhitungan-perhitungan yang terlalu banyak dalam teks.
5. Dalam teks, sebutkan atau tunjukkan tabel dan gambar tersebut dengan
6. menyebutkan angka, misalnya “Tabel 3.1”, “Tabel IV-1”, “Tabel 1”, “Gambar 1.1” atau“Gambar 1-1”. Hindari penggunaan kata-kata yang membingungkan seperti “tabel di atas” atau “bagan di bawah ini” dan sebagainya.
7. Nomor dan judul tabel atau gambar hendaknya diletakkan di bagian atas dari tabelatau gambar tersebut bukan di bawahnya dan diletakkan ditengah-tengah kertas (center). Jarak antara teks dengan tulisan tabel atau gambar adalah dua spasi, sedangkan jarak antara tulisan tabel atau gambar dengan nama tabel atau gambar tersebut adalah satu spasi.
8. Apabila digunakan gambar, maka harus dibuatkan legenda (legend) yangmenjelaskan mengenai maksud dari gambar tersebut.
9. Apabila tabel yang dibuat terdiri dari beberapa kolom dan salah satunya merupakanperkalian atau pembagian dari kolom-kolom tertentu, maka dapat diberi nomor kolom dengan menggunakan angka arab (1,2 dan seterusnya), sehingga tidak perlu menuliskan “perkalian” atau “pembagian” melainkan cukup dituliskan “1 X 3” atau “5 : 2” dsb.
10. Apabila tabel dan gambar tersebut diambil dari tabel atau gambar orang lain, makapada bagian bawah dari tabel atau gambar tersebut dituliskan sumbernya sebagaimana dalam menuliskan catatan kaki untuk pertama kali meskipun sumber tersebut sebelumnya telah dikutip (tidak boleh menggunakan ibid. ataupun op cit).
11. Apabila penulis mengolah tabel atau gambar tersebut dari sumber lain, maka tetapharus disebutkan sumbernya, tetapi didahului dengan kata “Diolah dari …” dan diikuti dengan penulisan sumbernya, sebagaimana dalam menuliskan catatan kaki untuk pertama kali.


II.E. Pengunaan Kalimat
Pada karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat-kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca, jelas dan tidak terlalu panjang namun juga juga terlalu ringkas atau harus menggunakan Kalimat efektif.
Kesatuan, kejelasan, dan konsistensi hanya dapat dicapai dengan menyusun kalimatefektif.Oleh sebab itu, perhatikan struktur kalimat (subyek, predikat, keterangan, dan seterusnya) agar kalimat yang tersusun bukan kalimat yang rancu.


Bab.III. Penutupan
III.A. Kesimpulan
Dari uraian pada Bab.II maka jelas lah bahwa dalam menulis karya tulis ilmiah harus menggunakan teknik-teknik yang telah ada karena dengan demikian dapat mengurangi tingkat kesalahan yang ada . Dalam penulisan karya tulis ilmiah harus rapih dan terstruktur mulai dari penomoran halaman hingga ukuran tulisan yang harus rata dan sama sistematika tulisan yang harus jelas.
Disamping itu dalam penyajian data harus disampaikan sejelas mungkin namun tidak terlalu panjang karena dapat menyebabkan kesalahan dalam penggunaan kalimat yang efektif namun juga tidak terlalu ringkas karena dapat menyebabkan informasi yang disampaikan tidak dipahami oleh pembaca.
III.B. Saran
`Jika dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan, kami menerima saran yang membangun demi perbaikan pada penyusunan makalah yang akan datang.

Sobat perlu baca yang ini juga:

2 komentar:

  • Muhammad Adam Hussein [Adamssein]

    Bgus juga nih artikelnya.
    eh minta komentarnya soal artikelku http://www.adamsains.us/ tengkiu

    jawab
  • Posting Komentar

    silahkan tinggalkan pesan !!!