Kerja bangku atau bench work

KERJA BANGKU (WORK BENCH)

      Kerja bangku atau work bench merupakan salah satu kegiatan dalam proses Industri manufaktur yang dapat dioperasikan secara manual, semi otomatis maupun otomatis. Namun pada kenyataannya,pada proses manufaktur sederhana, kerja bangku banyak dikerjakan secara manual. Di dalam proses kerja bangku sendiri terbagi menjadi beberapa macam atau bagian,antara lain pengikiran, pengeboran, drilling, penggergajian, dan lainnya. Namuan yang dibahas di sini hanya ada dua macam proses, yaitu pengikiran dan pengeboran.

A. Pengikiran

      Pengikiran ialah operasi yang menggunakan alat berupa kikir. Biasa dilakukan untuk mengurangi ketebalan benda kerja, membentuk, meratakan, hingga menghaluskan benda kerja.

Ada beberapa alat dalam proses mengikir, yaitu:

1. Kikir

Menurut tekstur atau bidang permukaannya, terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
♦ Bustard (kasar), digunakan untuk mengikir dengan hasil yang signifikan, juga sebagai awalan dalam mengikir. Biasa dipakai bila kikiran yang diperlukan cukup tebal.
♦ Half smooth (agak halus/sedang), biasa dipakai untuk meratakan bidang yang setelah digunakan kikir bustard
♦ Smooth (halus), digunakan untuk menghaluskan permukaan benda kerja.;

Menurut bentuknya, kikir dibagi menjadi 5 jenis :

  1.  kikir kotak (persegi)
  2.  kikir persegi panjang
  3.  kikir bulat
  4.  kikir segitiga
  5.  kikir setengah lingkaran

2. Tanggem/Ragum

Digunakan untuk menjepit benda kerja agar ketika dikikir tidak bergeser.

3. Sikat besi
Digunakan untuk membersihkan mata kikir dari kotoran (cip) yang menempel saat mengikir.

4. Spattel
Digunakan untuk membersihkan mata kikir dari kotoran (cip) yang tidak bias dibersihkan dengan sikat besi

Prosedur mengikir:

1) Bersihkan semua benda maupun alat yang berkaitan dengan proses kerja dengan kain/lap.
2) Letakkan (jepit) benda kerja pada tanggem
3) Bersihkan mata kikir dan mulailah megikir dengan kikir bustard, half smooth, dan smooth, atau menurut keperluan yang diinginkan
4) Setelah selesai, bersihkan dan rapihkan peralatan kerja,serta olesi ragum (tanggem) dengan oli.

Analisis hasil percobaan dan pengamatan

      Dalam proses setiap proses industri, ada Standard Operational Procedure (SOP).Begitu juga dengan proses pengikiran. Namun SOP tersebut tidak akan dibahas di sini, melainkan hanya teknik kerja umum pengikiran.yang biasa diberikan oleh instruktur kepada operator baru. Standar teknik kerja tersebut antara lain seperti:

• Semua teknik mengikir itu memiliki tujuan yang baik, yaitu memudahkan Ketinggian meja kerja adalah setinggi sekitar satu jengkal di bawah siku. Sudut yang dibentuk oleh arah telapak kaki kurang lebi 60 derajat.
• Jarak antara kedua telapak kaki kurang lebih sama dengan panjang kikir.
• Ketika mendorong kikir (pemakanan), arah kikirn adalah lurus ke depan, dan ketika menarik kikir tidak diberi tekanan serta arahnya agak menyamping sejajar dengan alur (tekstur) mata potong kikir.
operator dalam mengoperasikan alat kerja (mengikir).

      Namun semua teori tersebut tidak dapat dipaksakan kepada semua operator, karena setiap orang memiliki daya penyesuaian dan karakter gaya yang berbeda-beda. Hanya secara umum saja dari teori tersebut yang memang harus diterapkan. Sedangkan teknik yang lebih spesifik dan bersifat individu dapat berbeda setiap orang

Beberapa contoh penyesuaian individu terhadap teori prosedur kerja antara lain:

Lebar kaki yang sama dengan panjang kikir dan sudut antara kedua telapak kaki menurut teori adalah 60 derajat, namun ada beberapa orang yang merasa lebih nyaman dengan kaki lebih rapat maupun lebih renggang.

Selain itu, teknik mengikir untuk membuat flat pada benda kerja, bagi pemula dapat dikerjakan dengan lebih cepat jika pada bagian tengah benda terlebih dahulu dikikir, lalu dilanjutkan pada bagian pinggir. Hal ini dilakukan untuk menghindari agar benda kerja tidak cembung (bagian pinggir lebih rendah daripada bagian tengah).
Karena menurut analisis yang diperoleh, akan lebih sulit meratakan benda cembung daripada meratakan benda cekung.
Setelah benda menjadi cekung, maka selanjutnya tinggal meratakan bagian pinggirnya.

      Kesulitan yang biasa terjadi (pada pemula) adalah belum stabilnya gerakan ayunan (tarikan dan dorongan) kikir sehingga menyebabkan benda menjadi cembung. Karena saat mengayun, yang terkikir hanya bagian sisi pinggirnya saja bila ayunan kikir tidak benar-benar datar.
Pengikiran tidak hanya membutuhkan tenaga dan strategi (teknik), tetapi juga kesabaran.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!