Kebocoran Soal Unas di Gorontalo

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengakui telah terjadi kebocoran soal ujian nasional (Unas) di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Gorontalo. Dalam temuan Kemdiknas tersebut menurutnya, oknum kepala sekolah (Kepsek) setempat mengkoordinir guru untuk memberikan kunci jawaban mata pelajaran Fisika kepada peserta ujian.

"Memang benar, ada kebocoran soal Unas di Gorontalo yang dilakukan oleh kepala sekolah. Kejadian ini dibuktikan berdasarkan temuan dan laporan dari pihak pengawas Unas setempat. Kebocoran itu diketahui dengan adanya amplop soal yang sudah terbuka, dan guru segera mengerjakan soal tersebut untuk mencari jawabannya," ungkap Fasli, ketika ditemui usai inspeksi mendadak (Sidak) pelaksanaan Unas tingkat SLTP, di SMPN 181 Jakarta Pusat, Senin (25/4).

Mantan Dirjen Dikti Kemdiknas ini mengungkapkan, awal terjadinya kebocoran soal Unas tersebut sudah mulai tercium sejak proses pengambilan soal di rayon. Bahkan, lanjut Fasli, sang guru pun ikut mengerjakan soal ujian di saat ujian berlangsung. "Dengan bukti temuan itu, akhirnya kita tindaklanjuti dan diperiksa oleh pihak kepolisian," imbuhnya.

Menurut Fasli, kejadian ini merupakan kasus kecurangan yang paling serius di sepanjang pelaksanaan Unas tahun 2010/2011 jenjang SMA/MA/SMK, yang digelar pada 18-21 April 2011 lalu. Sementara untuk pelaksanaan Unas SMP ini, pengawasannya diakui Fasli lebih longgar apabila dibandingkan dengan Unas SMA. Yakni hanya dilakukan oleh guru dan pengawas tingkat provinsi, berbeda dengan Unas tingkat SMA sederajat yang turut diawasi oleh polisi dan pihak perguruan tinggi.

Disebutkan Fasli pula, Unas tingkat SMP/MTs/SMPLB diikuti oleh total 3.716.596 siswa dari 47.369 sekolah. Di mana untuk peserta SMP berjumlah sebanyak 2.937.810 siswa, serta sebanyak 778.786 siswa adalah dari MTs.

"Meski (pengawasan) tidak melibatkan pihak luar, penyelenggaraan Unas (SMP) tetap dijalankan sangat ketat. Penanggungjawab pengawasan Unas tetap dipegang oleh Kemdiknas, dan dikoordinasikan di tingkat provinsi. Peranan daerah akan menentukan kredibilitas penyelenggaraan Unas," kata Fasli pula.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!