Indonesia-malaysia serumpun tapi tak rukun

      Konflik antara Indonesia dengan Malaysia tidak habis-habisnya. Beberapa hari yang lalu kembali muncul permasalahan antara dua negara bertetangga ini terkait penangkapan kapal nelayan Malaysia oleh aparat kepolisian Indonesia. Ditangkapnya para nelayan tersebut bukannya tanpa alasan sebab mereka menangkap ikan di perairan Nusantara. Tentunya nelayan tersebut melanggar batas wilayah perairan suatu negara dan sewajarnya ditangkap. Entah kenapa tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh kapal-kapal nelayan Malaysia berulang-ulang dan kurang menghormati tetangganya, Indonesia. Anehnya kapal nelayan Malaysia yang ditangkap oleh kepolisan Indonesia justru dihalangi-halangi dengan beberapa helikopter bahkan menyuruh untuk segera membebaskan para nelayan tersebut. Tindakan tegas pun diambil oleh sang kapten untuk tetap menangkap para nelayan tersebut. Oleh karena itu, bangsa kita yang jumlah penduduknya lebih dari 200 juta jiwa tentu merasa gerah sebab berkali-kali tindakan pelanggaran batas laut dilakukan oleh Malaysia.

      Kedaulatan NKRI sejengkal pun tidak boleh lepas lagi dan harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar. Untuk itu bangsa Indonesia harus mencari solusi dalam penanggulangan tindakan yang sering kurang bersahabat tersebut, salah satunya dengan memperkuat semangat persatuan dan kesatuan seperti ikrar pada saat Sumpah Pemuda 1928. Semangat ini memang patut dipupuk mengingat negara ini terdiri dari berbagai suku, bahasa, adat, agama yang berbeda-beda. Selain itu, memperkuat pertahanan syarat mutlak yang mesti juga dilakukan oleh pemerintah. Ketimbang membangun gedung baru yang senilai Rp 1,3 triliun mendingan uang itu digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun pertahanan dengan membeli peralatan-peralatan tempur yang lebih modern dalam rangka menjaga wilayah kedaulatan Indonesia dari segala ancaman baik dari dalam dan luar negeri.

      Kedaulatan wilayah NKRI merupakan harga mati yang hendak kita jaga bersama sebagai pertanggungjawaban generasi sekarang terhadap generasi terdahulu (para pejuang bangsa) yang telah susah payah merebutnya dari kaum penjajah.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!