Fenomena ulat bulu di sleman

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wabah ulat bulu kini sudah masuk wilayah Kabupaten Sleman, tepatnya di kompleks Perumahan Green Aprilia, Ambar Ketawang Gamping. Di kompleks perumahan tersebut Ribuan ulat bulu tiba-tiba menempel dan merayap disejumlah pohon kelapa, dinding, bahkan masuk ke rumah warga.

Abas (33) warga Green Aprilia mengatakan, ulat bulu tersebut sudah mulai terlihat sejak dua pekan terakir. "Sudah saya semprot, dan saya coba bakar, namun bukannya habis, tapi justru semakin banyak" kata Abas, Rabu (13/4/2011).

Menurutnya, setidaknya ada tiga jenis ulat yang dijumpai di sekitar kompleks. "Nama pastinya tidak tahu, tapi warga menyebutnya ulat tahu, ulat gendong tempe dan ulat jaran. Warnanya pun bermacam-macam ada yang coklat, ada yang hitam, dan ada yang bulunya putih. dan besarnya, ada yang sebesar jari kelingking" katanya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Slamet Riyadi Martoyo

mengatakan, adanya ulat bulu di perumahan Green Aprilia adalah bagian dari fenomena nasional. "Ini adalah fenomena nasional, tapi ulat bulu yang ada di sini berbeda dengan yang ada di tempat lain. Ulat yang mewabah di Sleman jenis uler jaran," kata Riyadi.

Lebih lanjut ia mengatakan, ulat bulu tersebut tidaklah mengkhawatirkan sebab jumlahnya tidak terlalu banyak. Selain itu, jenisnya bukanlah varietas baru melainkan yang sudah lama dikenal, yang biasa menyerang kedelai dan kacang.

Dia menjelaskan, dalam kondisi iklim lembab pertumbuhan ulat bulu sangat cepat. Selain itu, predator seperti ayam dan burung kian berkurang jumlahnya sehingga tidak ada keseimbangan. "Ulat ini dulu menjadi santapan ayam dan burung. Namun begitu populasi ayam kampung dan burung berkurang, tidak ada lagi predator yang menghambat pertumbuhan ulat ini" katanya.

Untuk sementara, ujar dia, penyebaran ulat bulu tidak bisa dihambat dengan sistem apapun. Sebab daya jangkaunya tidak bisa dibatasi dan tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat segera melapor ke Dinas Pertania jika melihat wabah ulat bulu di lingkungannya. "Setidaknya kita bisa melakukan penyemprotan untuk menghambat laju pertumbuhannya, " kata Riyadi.

sumber : http://kompas.com

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!