Apakah kita harus selalu berpikir Positif ?

Berpikir positif memang konsep yang cukup menarik. Tapi apakah realistis? Mungkinkah kita bisa mengontrol pikiran kita selama 24 jam penuh?Tapiii... Bukankah ada ribuan pikiran yang berseliweran di otak kita setiap harinya...???

kita memang bisa memilih buah pikiran apa yang ingin kita hadirkan (positif atau negatif), akan tetapi karena sifat dasar pikiran yang memang nggak bisa diem, ditambah dengan banyaknya sampah pikiran bawah sadar yang ada pada diri kita, sehingga pikiran yang coba kita hadirkan itu tak mampu bertahan terus menerus. Misalnya kita lagi mikir A, bisa saja kita pertahankan pikiran A itu beberapa saat, tapi otak kan nggak stop mikir, nggak lama kemudian juga pasti muncul pikiran B, C, D, A lagi, Z, dst...

Contoh,

"Menangislah. Jangan ditahan..."
Saya sering denger kalimat itu di film2. Saya nangkepnya, kalau kita sedih/marah/frustasi, pengin nangis (berpikir negatif), ya nangis aja. Nggak usah ditahan-tahan. Nggak harus ngebatin (dipaksakan positif). Toh, barangkali setelah kita nangis kita jadi lega, dan akhirnya lebih bisa berpikir positif.

Misalnya lagi.

Sekali waktu kita mengingat kematian. Lalu, timbul rasa khawatir kalau-kalau ajal menjemput kita esok hari, sementara kita belum punya cukup bekal untuk menghadapi Sang Pencipta. Bukankah itu termasuk Berpikir Negatif. Tapi, dengan berpikir seperti itu barangkali akhirnya kita akan lebih meningkatkan kualitas keimanan kita.

Berpikir Positif belum tentu hasilnya Positif

misalnya :

kita mendengar kabar atau berita yang menyatakan bahwa ada kerusuhan besar dan pelaku kerusuhan tersebut sedang menuju ke daerah tempat kita tinggal. Masihkah kita akan bilang, “Berpikir positif aja, nggak usah khawatir, mereka paling-paling cuma numpang lewat doang kok.” tau-taunya BUMM! rumah kita angus.

Disini saya tidak bermaksud melarang untuk Berpikir Positif. Berpikir Positif sudah pasti baik. Hanya saja jangan sampai melambungkan angan kita terlalu tinggi, jangan sampai karena kita kelewat optimis, kita jadi nggak punya cukup antisipasi saat kegagalan menimpa kita.

selain ada Hukum Tarik Menarik (Law of attraction) juga ada Hukum Belum Tentu (law of uncertainty). Ketika kita bisa rileks dan menghayati ini, kita tidak lagi perlu terbeban tentang HARUS positif dan TIDAK BOLEH negatif. Kita lebih bisa mengalir dengan segala upaya yang kita jalani dan lebih bisa berserah tentang hasil akhirnya.

Sobat perlu baca yang ini juga:

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan !!!